Hai gaes, sudah lama banget nih gak nulis disini...
Okee.. langsung aja, setelah hiatus cukup lama sekarang aku ingin nulis tentang hal yang agak berat nih, siap-siap ya.. hahaha... gak terlalu berat sih dan selalu ada sedikit curhatan disini hahaha
okee cuss
UKT, gak asing dengan kata ini kan ya? Yes UKT adalah sistem pembayaran kuliah yang sudah beberapa tahun ini dilaksanakan.. katannya sih untuk memperbaiki sistem pembayaran dulu yang dinilai tidak pas karena masih ada iuran-iuran tambahan lain dan segala tetekbengeknya.. orang atas bilang sih UKT diterapkan supaya bayarnya sekali aja udah include semuanya, gak usah ada iuran-iuran yang lainnya sesuai dengan singkatannya Uang Kuliah Tunggal.. oke jelaslah ya sampai disini.
Oke sip...
Eh belum selesai, terus nyatanya pelaksanaannya gimana? Menurut pengalaman... ceileh pengalaman, maklum dah mahasiswa lulus yang menjadi maba kembali... hahaha... pengalaman pribadi nih dan selidik dari kuping haha, UKT itu nominalnya JAUH LEBIH BESAR teman, ya emang sih gak bayar per sks lagi tapi, nyatanya itu nominalnya cukup memberatkan apalagi yg kuliah seperti saya ini.. haha udah lama, UKT tingginya udah seperti Burj Khalifa di Dubai... hahah asli bener gak bohong... dan yang katanya udah gak bayar yg lain-lain lagi, tapi di lokasinya tetep aja ada yg harus kita bayar terutama seperti di tempat kuliahku tercinta alat2 harus beli sendiri karena kampus tidak menyediakan dan atau ada yg disediakan tapi terbatas sehingga kalau tidak membeli sendiri kehidupan praktikumnya akan terancam karena waktu yang sempit.. haha... kalau misal UKT segitu tapi alat dan fasilitas penunjangnya udah seperti yg kampus di belahan dunia lainnya contoh di US sih oke oke aja, haha.. oke-oke sampai disini angan dihujat dulu...aku mengerti semua butuh proses, oke-oke.... Nah itu semua butuh proses... harusnya itu juga diterapkan di sistem UKT, kenapa naiknya nominal UKT tidak bertahap? langsung aja naik dari lantai 1 langsung ke lantai 12? gak satu-satu naik ke lantai 2, lantai 3 dan seterusnya? dan itu terjadi di saat saya dan teman-teman seangkatan masuk kuliah..? entahlah hanya para petinggi dan Allah yang tahu hahaha... Ya sudah sistem sudah berjalan, oke gaes yang bisa kita lakukan sepertinya hanya bisa kuliah yang cepet biar gak bayar banyak hahaha karena suara dari mulut ini pun tak akan didengar, meskipun dengan menangis dan putus asa.. yah ini risiko kenapa juga kuliah yg UKTnya tinggi.... ya sudah lah... haha
Oke.. maaf teman di atas banyak curhatnya, next akan lebih banyak lagi curhatnya hahaha
ini baru akan memmbahas sesuai judul nih... sip... siap?
Okee... Mengapa judulnya Uang Kuliah Tidak benar alias Tipu-tipu? oke aku tak bermaksud menyinggung, tapi kalau ada yang merasa mungkin bisa kalian renungkan.. haha..
Jadi mengapa tipu-tipu, aku katakan tipu-tipu karena banyak yang mengisinya tidak sesuai keadaan atau penghasilan orang tuanya.. ini aku gak ngomong asal lho, karena saya sudah melakukan riset dan pengamatan.. hahaha gaya banget yaa.. haha...
Jadi berdasarkan pengamatan saya, beberapa anak (tak sedikit) yang saya kira UKTnya tinggi karena yaa dilihat dari penampilannya bajunya kece, HP kece (HP apel dicokot, sam**** galaksi bimasakti seri terbaru), ke kampus bawa mobil, nongki di cafe-cafe, makan di tempat makan hits yang masuk aja di dompetnya harus ada yg warna merah sama biru, eh ternyata UKT di luar dugaan, UKTnya di bawahku, malah ada yang sangat jauh di bawah diriku yang makan aja di warteg lauk tempe tahu minum air putih gratis.. hahaha... Saat tahu itu pertama kali saya sangatlah terkejut.. ternyata aku yang bawa motor dengan aki tekor lebih kaya dari yang bawa mobil.. Yaah aminin ajaa semoga jadi kenyataan haha... dan tidak cuma itu teman, saya sudah mendengar secara tidak sengaja saat salah dua orang teman saya bercakap-cakap, mereka saling cerita terang-terangan dengan tenangnya tak ada beban bahwa mereka saat memasukkan data penghasilan orangtua memanipulasiya gaes... saat denger, langsung deh cekoot gitu neng ati.. hahaha (maaf ya lebaay haha), beneran gak bohong, saya share aja mungkin ada petinggi yang membacanya dan percaya sehingga nantinya akan benar2 mengecek data mahasiswanya.. haha.. itu beneran, dua orang itu dengan enteng mengatakan bahwa memanipulasi pendapatan orang tua yang berpuluh-puluh juta karena nanti bayarnya bisa kebanyakan kalau sesuai pendapatan yang sebenernya.. okee denger gitu sakit rasanya.. karena saya yang pas-pasan dan dengan polosnya mengisi semuanya sesuai kenyataan dan dimana gaji kedua orang tua saya sudah ada data langsung dr pemerintah, ya apa daya, akhirnya UKT saya ya begitulah, untuk bayarnya aja ngos-ngosan, sampai dibela-belain puasa haha (oke puasa tujuannya bukan ngirit ya gaes, tujuannya tetep pahala dan ridhoNya tapi bonusnya ngirit hehe.. ) Eh ternyata, ada salah dua mahasiswa (yang baru diketahui) dengan enak pura-pura mengakui penghasilan orang tuanya leih rendah demi UKT yang rendah.. Padahal UKT itu sistemnya seperti subsidi silang, yang kaya bantu yang kurang beruntung, tapi kalau yang kaya aja UKTnya rendah dan yang cukup aja ini UKTnya tinggi yang harusnya orang tua saya membantu kawan-kawan yang kurang beruntung tapi juga ikut menyubsidi silang mereka yang kaya tapi ya begitulah... (tidak boleh berkata kasar..haha). Oke maaf ya tidak bermaksud menyinggung tapi yang merasa mungkin bisa merenungkan, perbuatan seperti itu mungkin sekarang aman-aman aja, tapi ingat kita akan mendapatkan hal sesuai amalan kita.. itu yang selalu aku camkan dalam diriku. Mungkin dengan UKT yang cukup tinggi ini nantinya aku dan teman-teman lain yang senasib seperjuangan bisa menjadi pribadi yang tahan tempaan dan dengan hidup prihatin akan membuat diri menjadi pribadi yang gigih dan akan sukses nantinya aamiinn.. Dan bagi kawan-kawanku seperti salah dua orang yang saya ceritakan sebelumnya, semoga malaikat tidak mengaminkan perbuatan kalian yaa, karena dengan seerti itu kalian berarti berdoa menjadi seperti itu.. ingatlah kawan, apa yang kita dapat adalah sesuai dengan amalan yang kita lakukan sebelumnya, Tuhan tidak tidur, malaikat tak beristirahat mencatat.. ya kalau tidak dibalas di dunia nanti akan dibalas di akhirat :) okee cukup sekian curhatan agak berbobot ini semoga menginspirasi... salam damai kawan... :))