Minggu, 25 Februari 2018

UKT (Uang Kuliah Tidak benar alias Tipu-tipu?)

Hai gaes, sudah lama banget nih gak nulis disini...
Okee.. langsung aja, setelah hiatus cukup lama sekarang aku ingin nulis tentang hal yang agak berat nih, siap-siap ya.. hahaha... gak terlalu berat sih dan selalu ada sedikit curhatan disini hahaha
okee cuss

UKT, gak asing dengan kata ini kan ya? Yes UKT adalah sistem pembayaran kuliah yang sudah beberapa tahun ini dilaksanakan.. katannya sih untuk memperbaiki sistem pembayaran dulu yang dinilai tidak pas karena masih ada iuran-iuran tambahan lain dan segala tetekbengeknya.. orang atas bilang sih UKT diterapkan supaya bayarnya sekali aja udah include semuanya, gak usah ada iuran-iuran yang lainnya sesuai dengan singkatannya Uang Kuliah Tunggal.. oke jelaslah ya sampai disini.
Oke sip...

Eh belum selesai, terus nyatanya pelaksanaannya gimana? Menurut pengalaman... ceileh pengalaman, maklum dah mahasiswa lulus yang menjadi maba kembali... hahaha... pengalaman pribadi nih dan selidik dari kuping haha, UKT itu nominalnya JAUH LEBIH BESAR teman, ya emang sih gak bayar per sks lagi tapi, nyatanya itu nominalnya cukup memberatkan apalagi yg kuliah seperti saya ini.. haha udah lama, UKT tingginya udah seperti Burj Khalifa di Dubai... hahah asli bener gak bohong... dan yang katanya udah gak bayar yg lain-lain lagi, tapi di lokasinya tetep aja ada yg harus kita bayar terutama seperti di tempat kuliahku tercinta alat2 harus beli sendiri karena kampus tidak menyediakan dan atau ada yg disediakan tapi terbatas sehingga kalau tidak membeli sendiri kehidupan praktikumnya akan terancam karena waktu yang sempit.. haha... kalau misal UKT segitu tapi alat dan fasilitas penunjangnya udah seperti yg kampus di belahan dunia lainnya contoh di US sih oke oke aja, haha.. oke-oke sampai disini angan dihujat dulu...aku mengerti semua butuh proses, oke-oke.... Nah itu semua butuh proses... harusnya itu juga diterapkan di sistem UKT, kenapa naiknya nominal UKT tidak bertahap? langsung aja naik dari lantai 1 langsung ke lantai 12? gak satu-satu naik ke lantai 2, lantai 3 dan seterusnya? dan itu terjadi di saat saya dan teman-teman seangkatan masuk kuliah..? entahlah hanya para petinggi dan Allah yang tahu hahaha... Ya sudah sistem sudah berjalan, oke gaes yang bisa kita lakukan sepertinya hanya bisa kuliah yang cepet biar gak bayar banyak hahaha karena suara dari mulut ini pun tak akan didengar, meskipun dengan menangis dan putus asa.. yah ini risiko kenapa juga kuliah yg UKTnya tinggi.... ya sudah lah... haha

Oke.. maaf teman di atas banyak curhatnya, next akan lebih banyak lagi curhatnya hahaha
ini baru akan memmbahas sesuai judul nih... sip... siap?
Okee... Mengapa judulnya Uang Kuliah Tidak benar alias Tipu-tipu? oke aku tak bermaksud menyinggung, tapi kalau ada yang merasa mungkin bisa kalian renungkan.. haha.. 
Jadi mengapa tipu-tipu, aku katakan tipu-tipu karena banyak yang mengisinya tidak sesuai keadaan atau penghasilan orang tuanya.. ini aku gak ngomong asal lho, karena saya sudah melakukan riset dan pengamatan.. hahaha gaya banget yaa.. haha... 

Jadi berdasarkan pengamatan saya, beberapa anak (tak sedikit) yang saya kira UKTnya tinggi karena yaa dilihat dari penampilannya bajunya kece, HP kece (HP apel dicokot, sam**** galaksi bimasakti seri terbaru), ke kampus bawa mobil, nongki di cafe-cafe, makan di tempat makan hits yang masuk aja di dompetnya harus ada yg warna merah sama biru, eh ternyata UKT di luar dugaan, UKTnya di bawahku, malah ada yang sangat jauh di bawah diriku yang makan aja di warteg lauk tempe tahu minum air putih gratis.. hahaha... Saat tahu itu pertama kali saya sangatlah terkejut.. ternyata aku yang bawa motor dengan aki tekor lebih kaya dari yang bawa mobil.. Yaah aminin ajaa semoga jadi kenyataan haha... dan tidak cuma itu teman, saya sudah mendengar secara tidak sengaja saat salah dua orang teman saya bercakap-cakap, mereka saling cerita terang-terangan dengan tenangnya tak ada beban bahwa mereka saat memasukkan data penghasilan orangtua memanipulasiya gaes... saat denger, langsung deh cekoot gitu neng ati.. hahaha (maaf ya lebaay haha), beneran gak bohong, saya share aja mungkin ada petinggi yang membacanya dan percaya sehingga nantinya akan benar2 mengecek data mahasiswanya.. haha.. itu beneran, dua orang itu dengan enteng mengatakan bahwa memanipulasi pendapatan orang tua yang berpuluh-puluh juta karena nanti bayarnya bisa kebanyakan kalau sesuai pendapatan yang sebenernya.. okee denger gitu sakit rasanya.. karena saya yang pas-pasan dan dengan polosnya mengisi semuanya sesuai kenyataan dan dimana gaji kedua orang tua saya sudah ada data langsung dr pemerintah, ya apa daya, akhirnya UKT saya ya begitulah, untuk bayarnya aja ngos-ngosan, sampai dibela-belain puasa haha (oke puasa tujuannya bukan ngirit ya gaes, tujuannya tetep pahala dan ridhoNya tapi bonusnya ngirit hehe.. ) Eh ternyata, ada salah dua mahasiswa (yang baru diketahui) dengan enak pura-pura mengakui penghasilan orang tuanya leih rendah demi UKT yang rendah.. Padahal UKT itu sistemnya seperti subsidi silang, yang kaya bantu yang kurang beruntung, tapi kalau yang kaya aja UKTnya rendah dan yang cukup aja ini UKTnya tinggi yang harusnya orang tua saya membantu kawan-kawan yang kurang beruntung tapi juga ikut menyubsidi silang mereka yang kaya tapi ya begitulah... (tidak boleh berkata kasar..haha). Oke maaf ya tidak bermaksud menyinggung tapi yang merasa mungkin bisa merenungkan, perbuatan seperti itu mungkin sekarang aman-aman aja, tapi ingat kita akan mendapatkan hal sesuai amalan kita.. itu yang selalu aku camkan dalam diriku. Mungkin dengan UKT yang cukup tinggi ini nantinya aku dan teman-teman lain yang senasib seperjuangan bisa menjadi pribadi yang tahan tempaan dan dengan hidup prihatin akan membuat diri menjadi pribadi yang gigih dan akan sukses nantinya aamiinn.. Dan bagi kawan-kawanku seperti salah dua orang yang saya ceritakan sebelumnya, semoga malaikat tidak mengaminkan perbuatan kalian yaa, karena dengan seerti itu kalian berarti berdoa menjadi seperti itu.. ingatlah kawan, apa yang kita dapat adalah sesuai dengan amalan yang kita lakukan sebelumnya, Tuhan tidak tidur, malaikat tak beristirahat mencatat.. ya kalau tidak dibalas di dunia nanti akan dibalas di akhirat :) okee cukup sekian curhatan agak berbobot ini semoga menginspirasi... salam damai kawan... :))

Senin, 20 Juni 2016

Rumah

Saat ini, aku sedang membangun rumah, rumah kehidupan yang nantinya akan aku nikmati. Aku susun satu demi satu batu bata yang aku kumpulkan dengan susah payah. Tak berjalan lancar begitu saja. Banyak rintangan yang harus kutemui untuk mendapat sebuah batu bata, namun tetap kuhadapi demi rumahku yang sudah lama kuimpikan. Sudah tak terhitung lagi jumlahnya, keringat dan air mata yang keluar dariku dan orang-orang yang mendukungku. Sudah tak terhitung lagi...


Namun, sore itu tiba-tiba badai datang entah dari mana, rumahku yang belum setengah jadi tersapu olehnya. Hilang, hancur, tak berbekas.  Batu batu yang aku susun satu persatu, tak tampak lagi. Tinggal puing-puing yang sudah tak berbentuk lagi. Kaget, bingung sedih, semua bercampur jadi satu. Rumah yang baru aku bangun dengan penuh perjuangangan, lenyap seketika. Tak bisa kutahan air mata yang jatuh dari pelupuk mataku. "Bagaimana bisa Ya Tuhan, bagaimana ini bisa terjadi?" tanyaku dalam hati. Air mata terus menurus keluar membasahi seluruh pipiku. Rasanya ingin berteriak, menyalahkan keadaan itu. Menyalahkan apa yang telah terjadi padaku.

Bingung apa yang harus dilakukan. Aku tak bisa berpikir lagi. Kosong sudah isi kepalaku, tak tahu mau bagaimana. Merenung dalam kesedihan yang tidak berujung, sampai ayam mulai berkokok pertanda pagi akan segera datang. Saat aku menatap langit , tiba-tiba ada suara di dalam diri yang berbisik, "Hey bodoh! Apa yang kamu lakukan?". Aku pun menjawabnya, "tentu saja bersedih, aku sedang sedih , semua usaha selama ini sia-sia". Kembali ada sautan, "Terus kalau sedih, menangis dan menyalahkan keadaan, bisa mengembalikan semuanya?" Sontak aku kaget, menyadari sesuatu hal yang dari tadi tak terpikirkan. ' benar juga bagaimana aku bisa sebodoh ini, menangisi terus yang sudah terjadi.. Memamngnya dengan bersedih tak berujung dan menyalahkan apa yang sudah terjadi bisa mengembalikan semuanya? Bodoh! Tentu saja tidak!' Aku berpikir sejenak, merenungi apa yang saat ini kulakukan. Dalam hati dan pikirku aku merasa  benar-benar menjadi orang bodoh menyalahkan Tuhan yang Maha Penyayang. Mungkin ini ada rintangan atau teguran, mungkin aku telah melakukan kesalahan sehingga kejadian ini menimpaku. Pikiranku kembali berjalan, " Kenapa aku tidak segera bangkit dan mencari jalan keluar?" katanya. Ya benar, kenapa aku tidak mencoba untuk berdiri lagi dan kembali membangun rumahku yang sudah hancur itu, memulai lagi mengumpulkan batu bata dan menyusunnya kembali. Mulai ku gerakkan kakiku, mencoba berdiri lagi dan bertekad dalam hati untuk memulainya lagi, mengumpulkan batu bata dan menyusunnya menjadi rumah yang lebih kokoh dari yang sebelumnya. Aku pun mulai berlari diringi pagi yang bersinar memberikan kekuatan pada diri ini untuk kembali da selalu bersemangat. ~The End~

Rabu, 16 Maret 2016

......................?

hidup.................?
bertemu banyak orang........................?
berbagai macam sifat dan keadaan............................?
berbagai macam tempat.............................................?
kebahagiaan atau kesedihan yang datang.............................?
senang atau kesal pada keadaan atau seseorang.........................................?
..........................dst.

Hidupmu, hidupku,
lingkunganmu, lingkungankku
temanmu, temanku,
kesenanganmu, kesenanganku,
kekesalanmu, kekesalanku
kebahagianmu, kebahagianku,
...........................dst.

Hidup....?
milikmu, milikku,
hanya Dia yang Maha Tahu
tenang dalam kedamaian
hilang semua amarah
tenang elegan di setiap keadaan
karena Dia tahu
karna Dia Maha Tahu
Setiap satu jengkal kehidupan
setiap badan.....
 .............................................................
.............................................................
.............................................................
??
:)

Rabu, 26 Agustus 2015

Star inside.. (part 1)

   Star atau bintang,.. Setiap mendengar kata itu yang ada di dalam pikiran seseorang adalah sebuah benda langit yang mampu memancarkan cahayanya sendiri, sesuatu yang indah yang bersinar terang di langit setiap malam. Namun sesungguhnya bintang itu tidak hanya ada di langit bumi ini, tetapi juga ada di langit pada setiap diri manusia di bumi.
   Ya... sepertihalnya bintang di langit, bintang pada manusia juga berhamburan begitu banyak.. Karena setiap manusia memiliki bintang di dalam dirinya. Bintang itu memiliki cahaya terang yang selalu siap untuk ditampakan. Tak memandang latar belakang, kaya, miskin, tua, muda, cantik, jelek, tampan, itu semua tak menjadi alasan sesorang tak memiliki bintang. 
    Mungkin, sebagian orang berpikir bahwa dirinya tak secemerlang yang lain, tak sehebat yang lain. Tapi perasaan itu memang 100% benar. Mengapa?? Karena memang bintang setiap orang berbeda, cahayanya berbeda, tempatnya bersinar pun berbeda. Jangan merasa bahwa diri ini merasa gagal, tidak berhasil seperti orang lain, karena memang bintang yan mengantarkan pada keberhasilan seseorang berbeda satu dengan yang lain. Mengapa harus minder dan rendah diri?? Tak ada gunanya..! merasa orang lain lebih pandai? ya mungkin memang mereka pandai dalam hal tertentu, tapi belum tentu kita pandai dalam hal itu, mungkin kita lebih pandai dalam hal lain.. Mengapa bisa yakin seperti itu?? Ya karena memang bintang yang kita miliki berbeda-beda. Jadi, janganlah khawatir jika bintang kita tak bersinar sama terangnya dengan bintang yang lain di langit yang sama.... Bintang kita memiliki langit sendiri untuk bersinar.... Tugas kita hanyalah mencari langit yang tepat untuk bintang kita bersinar dan selalu mencoba untuk semakin mencemerlangkan cahaya bintang itu.. Setiap orang punya bintang  dan langit untuk bersinar yang Tuhan berikan untuk setiap manusia.... -C.A.P-

Minggu, 14 Juni 2015

Mimpi dan Realitas

    Mimpi dan realitas memanglah dua hal yang sangat berbeda bahkan merupakan hal yang berbanding terbalik. Mimpi merupakan sesuatu yang tidak nyata, sedangkan realita adalah suatu keadaan yang memang harus dihadapi suka maupun tidak suka. Saat setiap orang ditanya, 'Apakah yang lebih anda pilih, Mimpi atau realita?------- sejenak pasti anda terdiam dan memikirkannya. Ada yang menjawab dan memilih mimpi, karena dengan mimpi kita bebas melakukan apapun, tidak harus melaksanakan kehidupan yang anda anggap pahit. Ada pula yang menjawab realita, karena seberapa ingin anda terus bermimpi pasti anda akan menghadapi kehidupan yang sebenarnya. Ada juga yang terus diam karena bingung
     Saya adalah salah satu orang yang termasuk dalam katagori ketiga yaitu diam karena bingung. Saat bermimpi indah betapa bahagianya kita dan ingin terus berada di mimpi itu dan tidak ingin menhadapi realita yang kejam. Namun saat kita bermimpi buruk, kita ingi segera terbangun dan tidak ingin bertemu dengan mimpi itu kembali. Dilema bukan? ... Tapi hal itu tidaklah hal yang salah. setiap orang berhak memilih. Tapi setelah dipikirkan baik-baik, saat saya ditanya kembali mengenai masalah yang sama, saya memutuskan untuk memilih keduanya, yaitu mimpi dan realita. Walaupun keduanya adalah hal yang berbeda satu sama lain, tetapi memiliki hubungan yang sangat erat, karena realita yang akan kita lalui bergantung dari mimpi yang kita dambakan. Mimpi memberikan kita tenaga dan keberanian untuk mencapai mimpi itu dan usaha yang kita lakukan serta hasilnya adalah bagian dari realita yang kita lalui. Apabila ingin menjalankan realita yang indah, bermimpilah seindah mungkin dan tentukan langkah-langkah apa saja untuk mengubah mimpi yang indah itu menjadi realita indah yang kita jalani dan menjadi bagian dari hidup kita... Karena mimpi dan realita adalah dua hal tang tidak dapat dipisahkan.. :))
Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi semuanya:))

Senin, 01 Juni 2015

Kesulitan? Terjang aja dong,,,..

      Kesulitan? Sangat banyak? menumpuk? timbul masalah? merasa tak sanggup? Semua pertanyaan-pertanyaan itu wajar ada dalam benak kita saat kita mengalami kesulitan dalam hidup kita. Sejujurnya hidupku pun tak semudah yang terlihat, banyak sekali kesulitan yang senantiasa mengelilingi. Kesulitan-kesulitan yang cukup membuatku frustasi dan bingung untuk menyelesaikannya.
     Kesulitan adalah sesuatu hal kita anggap suatu hal yang membuat kita berpikir lebih dan bekerja lebih. Kesulitan itu bagai monster yang tiba-tiba datang tanpa kita inginkan dan kita ketahui. kesulitan itu kadang bisa kita selesaikan dengan mudah, terkadang kesulitan itu cukup untuk membuat kita menyerah. Tapi ingatlah dan tanamkan dalam hati akan satu hal "Setiap kesulitan itu pasti ada kemudahan". Itu adalah hal yang pasti." Allah telah menyatakannya dua kali dalam firmanNya Al-Insyirah ayat 5-6 yaitu "Maka sesungguhnya bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan pasti ada kemudahan." Jadi, kenapa kita harus frustasi memikirkan suatu masalah yang sudah pasti ada jalan keluarnya. Allah menjamin semua itu. Yang bisa kita lakukan adalah berusaha untuk mencarai penyelesaiannya dan menyerahkan segalanya dari awal sampai akhir hanya kepadaNya. Karena Dia lah yang memberikan jalan keluar untuk semua masalah yang kita hadapi.
     Jadi, jika suatu kesulitan menghampiri kita walaupun itu adalah kesulitan besar, terjang aja dan katakan pada kesulitan itu " Sebesar kesulitan itu aku masih memiliki yang lebih besar, paling besar yaitu Tuhan Pencipta alam semesta, Allah SWT..!" Jadi janganlah kita takut ataupun terpuruk karena suatu kesulitan. Okee.. Keep Fighting !!


Kamis, 28 Mei 2015

Kebaikan dibalik ketidakbaikan

       Siapa bilang orang lain meremehkan kita, kita tidak perlu memperhatikannya??? Justru itu perlu diperhatikan dengan seksama. bahkan kita  harus berterimakasih pada orang itu. Sering saat kita diremehkan atau direndahkan orang lain, kita menganggap orang itu adalah orang yang jahat  dengan tatapan merendahkan dan kata-kata menyakitkan hati. SALAH!! Orang itu sesungguhnya adalah orang yang paling baik diantara orang baik. Karena mereka adalah sumber kekuatan kita, sumber semangat kita. Semua cemooh, kata-kata merendahkan, kata-kata meremehkan yang mereka lontarkan memberikan rangsangan kepada kita untuk kembali bersemangat saat semangat kita mulai meredup. Semangat yang tadinya mulai loyo kembali disulut untuk kembali dan terus membara. Tidak perlu marah ataupun jengkel, karena itu akan menghabiskan tenaga yang kita perlukan untuk menggapai tujuan dan cita-cita kita.Justru kita seharusnya merasa senang dan gembira, karena tenaga yang mulai habis kembali diisi, seperti dicharge ulang. 
      Don't worry... Jangan marah saat kau sedang diremehan ataupun direndahkan. Tunjukkanlah dan berterimakasihlah pada mereka-mereka karena bintang dalam dirimu keluar dan benar-benar bersinar terang berkat mereka. Berkat kata-kata indah yang mereka berikan. Karena sesungguhnya yang menurut kita tidak baik itu menyimpan kebaikan yang luar biasa.. Be strong, guys... dan teruslah berlari, pacu semangat untuk mencapai cita-cita yang kita dambakan satu per satu. Yakinlah Tuhan memberi kita kekuatan dan akan mewujudkan semua itu dengan perantara mereka-mereka yang ikut berperan dalam menyalakan semangat dalam diri kita..  :))